Rabu, 12 Maret 2014

Psikologi Pendidikan dan Teknologi samasama bisa Merubah Dunia


Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita .Setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah  dan lingkungan masyarakat.
Perkembangan dunia pendidikan juga telah mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat pesat dari waktu ke waktu . Tentunya perkembangan pendidikan tidak lepas dari peran pendidik , begitu juga dengan aspek penunjang majunya pendidikan yaitu teknologi.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Menurut Deterline (dalam miarso 2009) berpendapat bahwa teknologi pembelajaran merupakan pengembangan ataupun aplikasi dari teknologi perilaku yang digunakan untuk menghasilkan suatu perubahan perilaku tertentu dari pebelajar secara sitematis guna pencapaian ketuntasan hasil belajar itu sendiri.
Banyak perubahan yang terjadi akibat kemunculan teknologi, khususnya didunia pendidikan. Bisa kita katakan bahwa salah satu perubahan terbesar  yang dapat ditunjuk sebagai akibat perkembangan TIK adalah semua orang yang dapat menggunakan akses ke Internet bebas untuk menjadi sumber informasi.
Internet dapat mempermudah kita dalam berkomunikasi, selain itu internet juga merupakan media komunikasi dalam pembelajaran dan pendidikan, karena kita bisa memperoleh sumber pengetahuan yang ada diluar.
Nah, saya akan menghubungkan juga nih psikologi pendidikan dengan teknologi. Kita pasti sudah tau sedikit banyak tentang Psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan adalah cabang dari ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.  Tujuan psikologi pendidikan ialah mempelajari tingkah laku manusia dan perubahan tingkah laku itu sebagai akibat proses dari tangan pendidikan dan berusaha bagaimana suatu tingkah laku itu seharusnya diubah, dibimbing melalui pendidikan (Mustaqim, 2010) .
Ayo kita simak.. dari pengertian diatas kita dapat melihat bahwa ada kata perubahan yang muncul dari psikologi pendidikan dan teknologi. Psikologi pendidikan dan teknologi samasama memberikan pembelajaran dan bertujuan untuk merubah perilaku yang ada agar lebih baik lagi . ketika perilaku generasi muda dan pelajar seperti kita bisa merubah dikarenakan pendidikan dan teknologi , banyak harapan untuk kita dapat merubah dunia lebih baik lagi ,bukan? :)
Nah contohnya saja,  dibangku perkuliahan. Kita melakukan kegiatan pembelajaran bukan hanya terfokus pada buku, tapi juga menggunakan teknologi yang ada, yaitu laptop, proyektor, wifi, dan internet. Khususnya juga di mata kuliah psikologi pendidikan di kampus kita, kita juga dituntut untuk membuat gmail, memposting blog dan akan mengadakan kuliah online nantinya. Ini semua adalah dikarenakan adanya teknologi dapat mendukung proses pembelajaran dalam dunia pendidikan dan juga dikarenakan peran para pendidik kita yang memakai teknologi sebagai media pedidikan, sehingga kita juga dituntut untuk mengaplikasikan manfaat teknologi dalam dunia pendidikan.



Jumat, 28 Februari 2014

Kuliah Pertama Psikologi Pendidikan (lagiiii :D)



Kemarin, Hari kamis tanggal 27 februari , saya mengikuti Kuliah Pertama Psikologi pendidikan setelah kontrak, sesuai yang saya tulis dijudul. Tapi, kenapa ada lanjutan lagi-nya? Karena saya sudah pernah mengikuti Mata Kuliah Psikologi Pendidikan ini dulu waktu semester duaaa.. hehehe :D jadi ini ceritanya saya perbaikan :D dan harapan saya, semoga saya bisa mengikuti lebih baik lagi J aminnnnn..

Nah, btw.. Psikologi Pendidikan ini diampuh oleh Ibu Dina, Ibu Lita, Kak Lola dan Kak Dian.. Dihari pertama belajar, kami diajarkan oleh Kak Lola..

Topik hari itu tentang Psikologi Pendidikan : Perangkat untuk mengajar secara efektif. Yang dibahs tentang sejarahnya, seni dan ilmu  mengajar, juga tentang sikap dan keahlian dari seorang guru yang efektif. Nah, yang membuat saya menarik untuk ditulis, ketika Kak Lola mengawali dengan menanyakan apa beda pengajaran dan pembelajaran kepada kami..

Ada yang menjawab pengajaran itu dilakukan guru dan pembelajaran adalah  interaksi guru dengan siswa dalam proses belajar, ada yang bilang pengajaran itu proses pengajaran yand diberkan pendidik, sedangkan pembelajaran adalah proses belajar siswa.
.
Lalu kak Lola menjelaskan bahwa pengajaran adalah proses pendidikan yang sebelumnya direncanakan dan diarahkan  untuk mencapai tujuan serta dirancang untuk mempermudah belajar.Sedangkan Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Sekarang bisa saya simpulkan bahwa Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru atau pengajar dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. Pengajaran juga awal dari pembelajaran serta strategi pembelajaran berlangsung, dan dimana pengajaran lebih  pada peningkatan kualitas kemampuan seseorang. Sedangkan pembelajaran adalah sebuah cara untuk membuat siswa memiliki proses bagaimana dia belajar, dan didalamnya juga terdapat interaksi antara pendidik dan pengajar. Didalam pembelajaran lebih kepada perbaikan pengetahuan yang sebelumnya sudah kita dapat agar lebih baik lagi.




Rabu, 26 Juni 2013

sinopsis film yang menginspirasi :)







INSPIRASI DARI FILM TAARE ZAMEEN PAR (2007:

Ini dia salah satu film karya negeri India. Taare Zameen Par [2007] merupakan film yang cocok untuk ditonton untuk anak-anak dan keluarga karena film ini mengajarkan moral yang baik. Untuk versi luarnya judul film ini adalah Like Stars on Earth. Seperti halnya film yang fenomenal kemarin, 3 Idiots, film ini juga menceritakan mengenai pendidikan. Bercerita mengenai nilai nilai pendidikan yang ada. Yang pasti film ini rekomendasi untuk ditonton. 
 Film Taare Zameen Par bercerita tentang seorang anak kelas 3 setingkat SD yang bodoh, yang bernama Ishaan Nandkishore Awasthi susah menangkap perintah dan kata-kata orang lain dan setiap kata-kata dan tulisan yang dilihatnya seolah-olah tulisannya itu seperti menari-nari. Sekolah yang dirasakan terasa sangat sulit. susah untuk mengerjakan pelajaran.

Orang tuanya selalu menekan dia untuk selalu belajar sesuai dengan orang normal yang lainnya. Ketika dia salah orang tua selalu memarahinya. Orang tuanya tidak tahu kondisi yang terjadi kepadanya. Selama sekolah Ishaan juga menjadi bahan ejekan temen-temenya. Bahkan gurunya pun juga sering memarahinya karena dia mempunyai kekurangan tersebut. Mengetahui kondisi tersebut orang tuanya malah mendaftarkan anaknya untuk mengikuti program asrama.

Di Asrama, datang seorang guru kesenian pengganti sementara yang bernaman Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan). Guru baru ini mempunyai cara mendidik yang baru. tidak seperti guru lain yang mengikuti norma yang ada dalam mendidik anak-anak, Ram membuat mereka berpikir keluar dari buku-buku, di luar
tempat dinding kelas dan imajinasi mereka. Setiap anak di kelas merespon dengan antusiasme yang besar kecuali Ishaan. Ram menyadari bahwa Ishaan menderita penyakit penderitaan anak disleksia.

Ram kemudian berusaha untuk memahami Ishaan dan masalah-masalahnya. Dia membuat orang tua dan guru Ishaan lainnya menyadari bahwa Ishaan bukan anak yang abnormal, tetapi anak yang sangat khusus dengan bakat sendiri. Dengan waktu, kesabaran dan perawatan Ram berhasil dalam mendorong tingkat kepercayaan Ishaan. Dia membantu Ishaan dalam mengatasi masalah pelajarannya dan kembali menemukan kepercayaan yang hilang.

Pesan moral yang disampaikan dari film ini adalah selama proses pendidikan dan kehidupan, biarkan menjadi diri sendiri. Jangan menjadikan kesuksesan dan posisi dalam masyarakat menjadi patokan. Biarkan berkarya sesuai dengan dirinya sendiri karena bakat dan kemampuan seseorang itu berbeda-beda. Selain itu, orang tua harus tahu kondisi perkembangan anaknya. Jangan terlalu memaksakan kepada anaknya.

Sumber :
http://www.taarezameenpar.com/


Sabtu, 08 Juni 2013


Testimoni Diskusi Online Pedagogi

Mengenai kuliah online pedagogi yang berlangsung pada tanggal 07-06-13 semalam, saya rasa kurang efektif. Mungkin karena banyak kendala yang dihadapi oleh teman-teman sehingga proses pengerjaan tugas tidak sesuai harapan. Saya sendiri merasa kendala bagi saya adalah keterbatasan waktu, koneksi internet. Tetapi setidaknya hal ini bisa kita jadikan sebagai pelajaran untuk mencapai kuliah online yang lebih baik lagi. Terimakasih J